Ciri-ciri Waralaba :
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Memiliki laporan keuangan yang rapi, mudah
dibaca, dan tak dibuatberdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak
sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti
usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan
dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan kepada tenaga kerja,
hingga mereka mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan,
sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai bahannya, supaya kualitas produk di semua
pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur
pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.
Syarat-syarat Waralaba :
1. Memiliki ciri khas usaha.
Yang dimaksud
dengan “ciri khas” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan
yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan konsumen
selalu mencari cirri khas yang dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara
penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan
karakteristik khusus dari pemberi waralaba.
2. Terbukti sudah memberikan keuntungan.
Yang dimaksud
“sudah memberi keuntungan” adalah menunjuk kepada pemberi waralaba yang telah
dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk
mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan
masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.
3. Memiliki standar atas pelayanan barang dan
jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis.
Yang dimaksud
adalah standar secara tertulis supaya penerima waralaba dapat melaksanakan
usaha dalam kerangka kerja yang jelas dan sama (standar operasional kerjanya).
4. Mudah
diajarkan dan diaplikasikan.
Yang dimaksud
dengan “mudah diajarkan dan diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan sehingga
penerima waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai
usaha sejenis dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan
operasional dan manajemen yang berkesinambungan yang diberikan oleh pemberi
waralaba.
5. Adanya
dukungan yang berkesinambungan.
Yang dimaksud
dengan “dukungan yang berkesinambungan” adalah dukungan dari pemberi waralaba
secara terus menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi.
6. Hak dan kekayaan intelektual yang telah
terdaftar.
Yang dimaksud
dengan “hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar” adalah hak kekayaan
intelektual yang terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, hak paten,
rahasia dagang sudah di daftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam
proses pendaftaran di instansi yang berwenang.
Keuntungan dari Bisnis Waralaba :
Ø
Konsep bisnisnya sudah jelas dan dibantu dengan adanya Pelatihan
sehingga bisnis berjalan sesuai dengan konsep atau sesaui dengan produk utama.
Ø
Menjalankan konsep bisnis yang sudah jalan dan dikenal oleh masyarakat
Ø
Kontrol bisnis sudah dibantu oleh system
Ø
Bisa konsultasi dengan penyedia waralaba setiap kendala yang diahadapi
di lapangan
Ø
Pengembangan bisnis dipikirkan juga oleh penyedia waralaba
Kerugian
dari Bisnis Waralaba :
v
Rugi Ketika salah memilih waralaba karena di awal kita telah menyetorkan
uang franchise fee yang nilainya cukup besar
v
Keuntungan yang didapat sebagian
penyedia waralaba menetapkan bagi hasil
Sebagian
penyedia waralaba tidak banyak membantu dalam mengembangkan bisnis, mereka
hanya memberikan konsep, mentrasfer konsep tetapi mereka tidak bertanggung
jawab terhadap kesuksesan bisnis, mereka lepas tangan terhadap perjalanan
bisnis selanjutnya.
Ciri-ciri Franchise :
Mempunyai
sistem kuat dan bermodal besar.
·
Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak
dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
·
Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman
selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yg
bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
·
Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yg bersangkutan
mahir melakukan tugasnya.
·
Menyediakan alat-alat yg dibutuhkan, sehingga pewaralaba
tidak perlu membeli alat yg mahal.
·
Menyuplai bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba
tetap terjaga.
·
Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi
keuangan waralaba miliknya.
Syarat-syarat
Franchise :
Pertama, usaha yang Anda bangun
harus sukses dahulu. Ukuran sukses tidak hanya dalam hitungan bulan. Paling
tidak, franchisor perlu membuktikan masa sukses usahanya dalam tiga tahun
terakhir. Kurang dari itu, belum menjadi reason bagi bagi calon investor untuk
membelinya.
Kedua, memastikan bahwa franchisee
bisa berhasil. Artinya, usaha yang dibangun oleh franchisor sangat
menguntungkan dan trennya memperlihatkan kinerja penjualan yang terus
meningkat. Jangan sampai niatan Anda hanya sekedar untuk mendapatkan franchise
fee atau menerapkan target jangka pendek tanpa mempertimbangkan faktor
franchisee.
Ketiga, bisnis tersebut bisa
dioperasikan oleh investor. Anda atau staf Anda harus bisa melatih calon
investor untuk menjalankan usaha tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Keempat, Anda harus punya petunjuk
manual untuk semua operasi usaha, baik harian, mingguan dan bulanan..
Tujuannya, agar franchisee bisa menjalankan usaha tersebut sesuai petunjuk
manual secara sistimatis seperti yang Anda lakukan untuk mencapai hasil yang
maksimal.
Kelima, produk yang Anda jual harus
punya daya tarik pasar dalam jangka waktu yang panjang. Sejumlah produk memiliki
lifecircle yang sangat pendek, terutama untuk produk-produk fesyen. Anda harus
memikirkan konsep produk sehingga bisa bertahan lama di pasaran.
Karena itu, produk Anda harus punya differensiasi atau keunikan tersendiri.
Keenam, Bisa dijalankan di
berbagai tempat. Artinya, usaha tersebut bisa dijalankan di berbagai tempat
sesuai dengan persyaratan usaha dan bisa dipindahkan lokasinya ke tempat lain,
termasuk juga ke luar negeri.
Ketujuh, usaha Anda harus
punya potensi pasar yang cukup agar bisa dinikmati oleh para franchisee. Dalam
hal ini, franchisee juga harus bisa meraih laba yang wajar setelah menyetorkan
modal pertamanya untuk pendirian usaha. Jangan sampai margin yang ditarik
franchisor terlalu tinggi sehingga merugikan franchisor.
Kedelapan, Usaha tersebut sudah
didaftarkan dengan nama atau mereknya. Ini harus dilakukan tidak hanya untuk
melindungi usaha Anda, tetapi juga para franchisor yang menggunakan merek Anda.
Terakhir, sebagai franchisor Anda
harus punya SDM dan sumber dana yang memadai untuk men-supporst usaha Anda ke
depannya.
Kelebihan Bisnis Franchise :
1.
Franchise memiliki kemungkinan sukses lebih tinggi ketimbang model bisnis
lainnya.
Beberapa kajian telah
menunjukkan akan indikasi keberhasilan franchise 90% lebih tinggi dibandingkan
15% indikasi keberhasilan yang dimiliki model bisnis lainnya. Argumen itu
disebab oleh alasan yang menyatakan bahwa secara sistem, franchise telah teruji
bekerja sangat baik di masa lalu dan akan bekerja baik untuk franchisee
lainnya.
2.
Pentingnya sebuah model bisnis yang telah terbukti.
Semua franchise memiliki
model bisnis yang didisain untuk menghasilkan produktifitas dan penjualan yang
tinggi. Ini berarti bahwa franchise bisa naik dan berjalan dengan cepat dan
menghemat waktu dari membangun sistem dan proses.
3.
Franchise lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan.
Pemberi pinjaman lebih
percaya diri untuk memberi pembiayaan kepada franchise ketimbang model bisnis
lainnya, itu karena franchise telah memiliki sebuah bukti jejak rekam
kesuksesan (a proven track record
of success).
4.
Franchisor (pemberi hak waralaba) memberikan dukungan dan marketing.
Hal terindah dari memiliki
usaha secara franchise adalah anda berbisnis untuk diri sendiri tetapi Anda
tidak menjalankan bisnis sendiri. Karena mayoritas franchisor (pewaralaba) memberikan
dukungan yang besar kepada franchiseenya (terwaralaba). Dukungan itu bukan saja
dalam membangun dan menset-up
bisnis diawal tetapi juga membantu Anda dalam segala aktifitas marketing dan
bantuan yang berkelanjutan kebutuhan teknik bisnis Anda.
5. Membeli
sebuah brand (merek) yang kuat.
Membeli franchise sejatinya
adalah membeli merek, logo dan hak kekayaan intelektual lainnya dari
franchisor. Hal ini akan menjadi alat marketing yang sangat baik jika Anda
membeli franchise dengan merek yang telah dikenal dan terpercaya.
6.
Batas wilayah eksklusif.
Franchisor hanya akan
membolehkan sejumlah franchise (waralaba) saja dalam satu wilayah geografik
tertentu. Maka Anda hanya perlu tentukan lokasi yang cukup baik dan liat
ketentuan yang ada sebelum menentukan membeli franchise. Dan menariknya lagi
Anda akan terlindungi dalam area itu dimana tidak boleh ada franchisee lain
yang berdagang di area Anda.
7.
Persaudaraan antara franchisee (terwaralaba)
Satu keuntungan yang jarang
sekali dibicarakan dalam franchise adalah persaudaraan antara franchisee.
Sebetulnya ini adalah satu keuntungan yang sangat besar karena franchisee dapat
saling berbagi ide dan memberikan dukungan antara mereka. Mereka dapat berbagi
pengalaman trial & error
untuk mengurangi kesalahan mereka dalam menjalankan bisnis sebagai franchisee.
8.
Franchisor memberikan bantuan real estate dan konstruksi.
Franchisor akan membantu
memilih lokasi yang tepat real estate bagi franchisee, dimana ini adalah
bantuan yang luar biasa besar karena franchisor telah memiliki pengalaman yang
sangat baik dalam membangun bisnis sebelumnya.
9.
Sebagai franchisee, Anda diberikan sebuah program pelatihan.
Program pelatihan adalah
salah satu elemen yang sangat penting dari paket franchise, dimana ia
memberikan Anda untuk menggunakan satu teknologi baru, belajar satu skill baru,
mengatur keuangan dan staff. Kemampuan ini semua sangatlah penting bagi Anda
sebagai pemilik bisnis.
10.
Sebagai Franchise Anda memiliki fleksibilitas untuk bangun pagi dan memilih
pekerjaan yang hendak Anda kerjakan.
Menjadi franchisee
memberikan Anda banyak kebebasan dan fleksibilitas Anda untuk memilih pekerjaan
apa yang akan Anda pilih. Pada gilirannya Anda akan memiliki kehidupan yang
lebih berkualitas, hidup tanpa tekanan seperti memulai bisnis baru sendiri dari
awal.
Kelemahan
Bisnis Franchise :
- Sistem franchise tidak memberikan
kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan
harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
- Sistem franchise bukan jaminan akan
keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila
tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam
memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
- Franchisee harus bisa bekerja sama dan
berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor. (Sukandar,
2004, p. 67)
- Tidak semua janji franchisor diterima
oleh franchisee.
- Masih adanya ketidakamanan dalam suatu
franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui
perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)
Contoh Bisnis Franchise :
§ Ayam
Goreng Nyonya Tanzil
§ California
Fried Chicken
§ Isabento
§ Beef
Bowl
Contoh Bisnis Waralaba :
§ Es
Teler 77
§ Kebab
Baba Rafi
§ Mc.
Donald